Perioritaskan Fikih Keseharian di Binasaba 2020

0
200
Salah satu kelas Fikih keseharian peserta Binasaba 2020 (18/09/20) Foto: Panitia.

Lubangsa Putri_Halaman lubangsa Putri mulai sepi dengan tepuk dan lagu khas Binasaba 2020. Penyelenggaraan Binasaba yang dimulai sejak Jumat, 18 September dan berakhir pada 23 september 2020. Penanda berakhirnya acara tersebut adalah beberapa performa dari berbagai kelompok yang merupakan hasil kolaborasi dari bakat santri.

Binasaba tahun ini dilaksanakan tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Beberapa materi atau kegiatan yang telah terjadwal oleh panitia, termasuk dalam menjaga tradisi fikih keseharian, utamanya dalam menjaga suci dan najis. Mengenai materi fikih keseharian pada tahun lalu  diformat dengan penyajian umum, sementara pada tahun ini lebih intensif dari pengurus harian dan pengurus Bimbingan dan Pengembangan Keislaman (BPK).

Sebagai evaluasi dari hasil materi fikih keseharian adalah praktik. Materi tersebut lebih dikhususkan ke praktik bersuci. Praktik tersebut juga dilaksanakan berbeda dengan tahun lalu yang diikutsertakan seluruh pengurus PPA. Lubri. Sementara pada tahun ini hanya diikutsertakan pengurus harian dan pengurus BPK.

“Tahun ini pematerinya dari pengurus harian dan BPK. Sebagai evaluasi dari tahun sebelumnya, tahun ini santri tidak hanya disodori teori tapi sekaligus praktiknya.” ujar Koord. Pengurus BPK, Siti Nur Jannah.

“Jadi mereka bisa langsung dengan cara memperaktikkan,” tambah Lukluatul Hamdiyah, salah satu panitia Binasaba sekaligus Pengurus BPK.

Sementara, pelaksanaan Binasaba 2020 yang bertepatan dengan pandemi Covid-19, tentu juga akan menjadi pantauan paling utama dari setiap kegiatan. Sehingga, seluruh peserta  diwajibkan mengikuti protokol Satuan Petugas (Satgas) Annuqayah.

Berlanjut Pada malam Rabu, suasana “tepuk-tepuk” dan “nyanyi-nyanyi” terakhir, di antara performa peserta Binasaba. Dan pemberian hadiah kepada  peserta Binasaba terbaik I, II dan III, serta kelompok terbaik dan terbaik performa.


Penulis: Zakiyatul Miskiyah

Editor: Nur Anila

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak