Perpustakaan Keliling, Strategi Menarik Minat Baca Santri

Perpustakaan Keliling, Strategi Menarik Minat Baca Santri

0
314
Beberapa Santri sedang membaca buku ditemani pengurus Perpustakaan Lubangsa.

Lubangsa_Membaca adalah hal yang sangat mudah. Meskipun mengandung banyak manfaat, semua orang tidak bisa melakukannya dengan rutin. Ada sebuah ungkapan buku adalah jendela dunia. Membacanya kita akan mengenal dunia. Begitulah pepatah yang lazim diketahui oleh santri PP. Annuqayah daerah Lubangsa. Meskipun ungkapan itu telah menyebar dikalangan santri, mereka (santri, red) hanya bisa mengetahui namun tak dapat mengamalkannya dengan baik.

“Sedikit lebih baik dari pada tidak sama sekali,” tutur salah satu santri Batuputih, Tahol, sapaan akrabnya. Namun, sangat disayangkan keberadaan mereka yang mengaku tidak memiliki banyak waktu untuk sekadar baca buku, meskipun itu sedikit. Entah kenapa minat baca santri Lubangsa saat ini sangat minim.

Dari minimnya tingkat pembaca di PP. Annuqayah daerah Lubangsa, Kemarin (26/02) Perpustakaan Lubangsa  merealisasikan teknik uniknya untuk menarik pembaca. Salah satunya perpustakaan keliling yang bertempat di Gazebo Blok A yang dilaksanakan setelah selesainya santri menonton final Tim Nasional (Timnas) U-22 Indonesia Vs Thailand.

Sedangkan, santri yang hendak membaca buku tersebut, telebih dahulu harus menyetorkan Kartu Tanda Santri (KTS) dan hanya bisa membaca di dalam Gazebo. Banyak santri yang antusias ketika perpustakaan keliling tersebut diadakan. Diantaranya yang telah disampaikan salah satu santri asal Jember Dafid, “baru kali ini di Annuqayah mengadakan perpustakaan keliling. Selain  unik, juga dapat membangkitkan gairah saya untuk membaca.” ungkapnya.

Nuvilu Utsman Alatas mengatakan, “Tujuan diadakannya Perpustakaan Keliling adalah untuk menarik minat santri Lubangsa untuk membaca,”. ungkap ketua perpustakaan Lubangsa tersebut.

Pihaknya membenarkan bahwa adanya perpustakaan keliling, dilatar belakangi oleh tingkat pembaca dan peminjam santri yang hanya enam puluh persen sedangkan empat puluh persennya jarang atau bahkan ada yang tidak pernah meminjam buku sama sekali.

Santri asal Gapura itu juga berharap, dengan adanya perpustakaan keliling diharapkan bisa merangsang minat baca santri dapat meningkat. Dan, rasa ingin membacanya terus bangkit. “sebab membaca telah mengantarkan banyak orang menjadi tokoh penting yang diperhitungkan di dunia,”pungkasnya.


Penulis: Moh Nailus Shafi

Editor: Abd. Warits

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak