PHPN Lubangsa, Resmi Dibuka

PHPN Lubangsa, Resmi Dibuka

0
351
ANTUSIAS : Peserta karantina kepenulisan menyimak sambutan ketua pengurus PP. Annuqayah daerah Lubangsa kemarin (16/02)

Lubangsa_Sabtu (16/02) dalam rangka memperingati dan mengisi Peringatan Hari Pers Nasional (PHPN) 2019, pengurus Kepustakaan, Penerbitan dan Pers (KP2) mengadakan lomba dan karantina kepenulisan serta dialog interaktif seputar pers pesantren. Tema yang diangkat pada peringatan hari pers nasional tahun ini adalah membaca peluang pers pesantren dalam dunia digital.

Peringatan hari pers Nasional tahun ini diawali dengan serangkaian acara Karantina kepenulisan selama satu minggu dan lomba menulis esai dan featurs. Pembukaan karantina kepenulisan diformat seremonial yang dialaksanakan setelah hadiran sholat isyak (jam belajar) yang bertempat di Aula Lubangsa dengan dipandu langsung oleh Ahmad Warits Sebagai MC. Acara berlangsung lancar. Sejumlah 30 peserta delegasi dari organisasi daerah (Orda) Lubangsa dan 13 orang dari lembaga unit Lubangsa. Ketua pengurus beseta Kabinetnya juga menghadiri acara itu sebagai undangan.

“harapan karantina kepenulisan ini, bisa menjadi wadah belajar sahabat-sahabat mendalami dunia tulis menulis, dan juga nantinya  di penutupan akan ada pengumumuman pemenang lomba esai dan features dalam rangka memperingati hari pers nasional 2019,” ungkap Abd. Warits, santri asal Gapura itu semangat. Selain itu, Masyhuri Drajat juga berpesan kepada seluruh peserta karantina kepenulisan, “Ilmu yang kalian peroleh selama mengikuti karantina kepenulisan agar disebarkan kepada organisasi daerah masing-masing,” tuturnya.

Beliau juga mengapreasi kepada pihak penyelenggara karena sudah peka tehadap kebutuhan santri Lubangsa, terutama dalam meningkatkan ilmu kepenulisan.“suatu saat bisa jadi kalian menjadi penerus kepenulisan Lubangsa karena pengurus yang sudah senior ini juga akan berhenti, sehingga tradisi kepenulisan ini perlu untuk diwariskan,” ungkap Mashuri.

Ketua pengurus yang sebentar lagi akan mengakhiri jabatannya itu juga membuka karantina kepenulisan dengan tema “Membaca peluang pers pesantren dalam dunia digital” dengan pembacaan bismillah. Kemudian, dilanjutkan pembacaan doa oleh Sunaidi menutup serangkaian acara tersebut.


Penulis : Tarmidzi Anshari

Editor : Abd. Warits

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak