Puisi untuk Kiai #3

0
637

Menuju Pertemuan Cahaya

*Ratna Wulandari

Malam ini kalimat itu gugur lagi

Kubiarkan kepatuhan kata-kata

Luruh dalam kepingan waktu

Ada yang terkenang

Abdi berimbang restu

Doa berjalan ridha

Kompas perjalanan

Menuju keabadian cinta

 

Angin bertandang

Debar-debar beredar

Kisah penuh kasih

Kiai warits panutan tiap hati

Ritmis petuah penuntun jalan abadi

 

Kelak bila senyum kami muncar di kaki langit

Tiap keping barakah yang kami pungut di Annuqayah

Adalah warisan sunyi

Yang kau titip pada masa

Hingga jadi penghuni sejarah

Pengantar pertemuan para cahaya

C6, 20 Desember 2019

 

Ziarah Kiai

*Afifah Zahira

;K. Warist Ilyas

Melewati jalan berbatu nan terjal

Di bawah hembusan daun bambu yang membelai

Kita masuki lahan sejuk surgawi

Dengan kaki telanjang hati tentram

 

Kita bersama-sama merunduk berucap doa

Dengan isak-isak kecil perlahan melanda

Kita tidak membawa apa-apa, Kiai

Hanya fatihah dan sesurat Yasin di tangan

Bukan melati atau rekah mawar yang mewangi

 

Bissmillah padamu Kiai

Bersatu dalam khusu’

Menyatukan kenang dalam ingatan

 

Teruntukmu Kiai dari para Santri

Memebangun jembatan doa menuju Ialahi

Harap kelak bersua dan berpayung barakah

 

Masih berpendar terang

Riwayat panutan kami

Tersusun rapi pada buku-buku kenang

Meski engkau tak dapat kami temui

 

Pandanglah kami Kiai

Meski ditempat yang berbeda

Semoga barakah dan ilmumu

Luruh mengalir di hati kami

C6, 30 Februari 2019

 

Langit  Dukaku

*Qoiro Basyir

Pagi itu, kesedihan tiada tara menyelimuti

Langit-bumi madura

Mata-mata manusia laiknya langit

Yang tak kuasa membendung airnya

Lama kutatap pias itu semua

Hingga tanpa sadar air mataku ikut  luruh bersama mereka

Mengenang di bawah pusaranmu

(semoga) menjadi pendingin kuburmu

Dan pengantarmu ke surga-Nya

Aamiin…

Lk, 20 Desember 2019

 

Narasi pendek

*Dee Kayisna Aidiyana

Angin yang sakal

Tetiba menghantarkan berjuta kerinduan

Pada pucuk-pucuk dauhmu

Yang selalu mengajarkan kebaktian

 

Walau dirimu  kini telah lalu

pun suara merdumu tinggal angan

namun nasihatmu masih sarat di kehidupanku

 

lalu bersama narasi pendekku

yang lantunan doa menggantung di sana

kupersembahkan segalanya pada dirimu

agar surga milik-Nya selalu terbuka untuk dirimu

C6, 20 Desember 2019

 

 

 

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak