RAPAT PIMPINAN: K. Muhammad Ali Fikri Himbau Pengawalan Pendidikan Santri

0
304

Lubangsa_Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa, mengadakan Rapat Pimpinan yang dihadiri oleh Pengasuh, K. Muhammad Ali Fikri, Pengurus Harian, Seluruh Waka, dan Seksi, pada malam Rabu (18/10).

Menurut Wakil Bendahara, Amir, menuturkan bahwa, Rapat Pimpinan dilaksanakan untuk mengatahui tingkat kinerja dan berbagai masalah dalam pelaksanaan program di setiap pengurus Seksi dan Harian. Sebab itu, saat membuka Rapat Pimpinan, pengasuh menegaskan pentingnya melakukan konsolidasi dan konsultasi, “rapat-rapat seperti ini akan meningkatkan khidmah kita lebih berkualitas,” katanya di depan semua pengurus Seksi dan Harian Pesantren.

Dalam tausiyahnya, pengasuh ke-4 PPA. Lubangsa itu, berharap musyarawah-musyawarah bisa dilaksanakan sampai ditingkat tertinggi, dimulai dari tingkat Seksi, kemudian di internal Waka, dan di pengurus Harian, dan terakhir dibahas di Rapat Pimpinan.“Silahkan gunakan tempat pertemuan di sebelah selatan kantor pesantren. Kalau sudah dirapatkan di internal seksi dan waka, kan sudah punya bahan yang bisa disampaikan di tingkat Pimpinan,” tegasnya.

Adanya rapat dan konsulidasi antar Waka dengan Seksi, maka pengasuh dapat menyimpulkan rapat-rapat tersebut akan melahirkan iklim kerja sama yang sehat, yang bisa saling membantu dan menyumbangkan solusi alternatif jika terjadi berbagai permasalahan. “Iya, silahkan lakukan, bisa dari bawahan ke atasan atau sebaliknya, dari bawah ke atasan,”tutur beliau menjelaskan.

Pertegas Masalah Pengawalan Alpa

Dalam Pimpinan Rapat pengasuh beberapa kali menegaskan kepada semua pengurus untuk mengawal setiap santri yang nakal, terutama kenakalan santri untuk sekolah formal dan diniyah. Banyaknya santri yang bolos sekola menjadi perhatian yang sangat serius dibahas di internal pengurus Pendidikan, Pengajaran, dan Pengembangan Keilmuan (P2PK), sampai pada Rapat Pimpinan bersama pengasuh.

Untuk menangani masalah alpa pengurus bisa memberikan bimbingan kepada santri-santri yang nakal, tentu juga dengan mempertimbangkan masalah punishment. Sebab itulah, pengasuh yang pernah menjabat Kepala MA 1 Annuqayah itu, menyoroti kinerja dari pengurus Bimbingan dan Konseling (BK) yang dapat memberikan pelajaran terhadap santri nakal, dengan berbagai kegiatan rutin yang bisa menanggulangi adanya santri nakal.

Selain Pengurus BK, pengasuh juga memberikan arahan kepada pengurus Blok untuk dapat membimbing setiap Wali Bilik terutama dalam menjagaan santri. Masih dalam kasus alpa, pengurus Blok bisa menggunakan kinerja Ketua Kamar, dan Wali Bilik. “Pengurus Blok bisa membagi untuk mengurus setiap Wali Bilik,” katanya.

Selain itu, pengasuh menyinggung berbagai kegiatan yang lain termasuk pengaktifan finger print, kebersihan di lingkungan pesantren, dan penjagaan sahalat jama’ah di mesjid. Labih lanjut pengasuh juga menyinggung target dari Bimbingan Khusus (Bimsus) yang diselenggarakan oleh pengurus Diniyah.

Pengasuh Harap, Memberikan Dukungan dan Apresiasi

Sebelum mengakhiri Rapat Pimpinan, pengasuh memberikan beberapa tawaran solusi untuk setiap masalah yang dihadapi oleh pengurus pesantren. Terutama dalam menegakkan hukuman untuk santri yang nakal.

“Mereka sepertinya butuh apresiasi dari kita, itu sebnya saya selalu berharap ada bimbingan khusus untuk santri yang nakal, terutama dari pengurus BK,” katanya. Dengan adanya bimbingan pengasuh menilai santri bisa melaksanakan kewajibannya dan mentaati peraturan pesantren dengan penuh hati, bukan karena terpaksa.

Selain bimbingan, pengasuh juga menyarankan ada hukuman-hukuman khusus yang bisa direkomendasikan ke depan. Terutama agar santri dapat sadar bahwa semua usaha yang dilakukan oleh pesantren demi kepentingan santri dalam dunia pendidikan. Maka dalam penindakan santri yang nakal tidak lain adalah dukungan dan apresiasi dari pengurus untuk penyadaran santri. Tidak lain semua dinilai sebagai bentuk ikhtiar pengurus sedang Tuhan yang dapat memberikan petunjuk atas semua yang dilakukan.

“Jangan pernah putus asa untuk meningkatkan khidmah pengabdian. Sehingga pohon  yang kita tanam nantinya bisa berbuah,” pesannya sebelum ditutup. Setleh pengasuh meninggalkan Rapat Pimpinan kemudian pimpinan rapat diganti oleh ketua Pengurus, Masyhuri Drajat.


Penulis: Jamalul Muttaqin

Editor: Misbahul Munir

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak