Sanggar Andalas Agendakan Launching Antologi Puisi “Pajjar dari Langghar”

0
280
Pamlet Antologi "Pajjar dhari Langghar" Sanggar Andalas.

Lubangsa_Sanggar Andalas menerbitkan buku antologi puisi bersama di tahun 2019 ini. Antologi puisi yang diberi nama Pajjhar Dhari Langghar ini akan dilaunching pada tanggal 07 Desember 2019. Penerbit buku antologi ini di cetak oleh Spasi Book, Sleman, Yogyakarta. Salah satu cabang dari CV. Cantrik Pustaka. Dengan kuota cetak sebanyak 100 eksemplar. Dan buku Antologi puisi ini dikuratori oleh bapak Sattar Syam, selaku sesepuh Sanggar Andalas.

Proses penerbitan antologi bersama ini murni dari kesepakatan semua pengurus dan anggota Sanggar Andalas. “antologi puisi ini diterbitkan berdasarkan kesepakatan teman-teman Sangar Andalas,”ucap Muhammad Hafil Mangkudilaga, ketua Sanggar Andalas kepada Kru Koran Lubangsa di Langgar Kesenian kemarin malam (26/11). Dia juga mengatakan di buku antologinya bagian muqaddimah bahwa tujuan akan lahirnya antologi “Pajjhar Dhari Langgar” ini adalah sebagai bahan evaluasi dan tolok ukur pencapaian kreatifitas dalam bersastra dari teman-teman Sanggar Andalas.

Selain itu, komentar dari penyair dan alumni sangat mengapresiasi akan terbitnya antologi ini. Seperti apa yang disampaikan oleh Abdul Latif Anwar, penyair asal kota Jember, penulis puisi “Mari Bersulang Kopi” bahwa puisi-puisi yang termuat dalam antologi “Pajjhar Dhari Langghar” ini menunjukkan kematangan dalam diksi, pemilihan tema, dan kedalaman isi. Sofyan RH. Zaid, penyair, alumni PP. Annuqayah daerah Lubangsa juga mengaku sangat bahagia membaca satu demi satu dalam buku ini. Dan Abdullah Mamber, mantan ketua Sanggar Andalas berharap bahwa masa depan para penyair ini akan memberi nuansa bagi perpuisian Indonesia.

Dengan keberadaan antologi puisi Sanggar Andalas, Hafil, sapaan akrab dari Muhammad Hafil Mangkudilaga, sangat berharap kepada semua teman-teman Sanggar Andalas agar tetap selalu semangat, istiqamah, berdo’a dan dewasalah dengan puisi. “Saya berharap teman-teman Sanggar Andalas selalu semangat, istiqamah, berdo’a dan dewasalah dengan puisi,”pungkas santri asal Bondowoso itu.


Penulis : Imam Tabroni

Editor    : Abd. Warits

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak