Satu Calon Ketua Pengurus Mengundurkan Diri Saat Pemilihan

0
346

Pada Jum’at malam (14/1) bertepatan pada pukul 20.00 WIB setelah hadiran shalat isya’ Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa melaksankan pemilihan ketua pengurus yang bertempat di  Aula Lubangsa.

Namun sebelum pemilihan dilangsungkan, semua calon ketua pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Masa Bakti 2017-2019 M, diminta untuk menantangani surat pernyataan  kesiapan sebagai calon ketua pengurus oleh pemimpin sidan. Tetapi, salah satu dari ketiga calon ada yang tidak siap untuk menjadi ketua pengurus dengan alasan akan berhenti dari pondok.

“Bukannya saya tidak mau mengabdi ke Pondok Pesantren  Annuqayah daerah Lubangsa, kapanpun dan dimanapun saya siap, tetapi dalam proses ini saya tidak bisa, karena orang tua saya sudah meminta untuk berhenti,” ungkap Bakir, calon ketua pengurus asal Dungkek, Sumenep.

Dengan alasan tersebut, peserta sidang menyepakati Bakir  untuk mundur dari pencalonan ketua  pengurus. Dan calon ketua  pengurus akhirnya tersisa  dua orang, yakni Masyhuri Drajat dan Maswari.

Sebelum dilakukan pemilihan, pimpinan sidang meminta kepada dua calon untuk menyampaikan langkah-langkah strategis untuk lubangsa ke kedepan. Masyhuri Drajat yang kebagian sambutan pertama menyampaikan bahwa dirinya jika terpilih menjadi ketua pengurus akan mengembangkan visi kepesantrenan yang kuat. “Visi saya, terwujudnya santri yang ahlu ilmi wa tuqa. Dan misi kami menumbuhkan ghirah santri mendalami ajaran islam klasik yang mengedepankan keimanan dan ketaqwaan,  pengembangan  keilmuan santri,  dan kecerdasan santri,” paparnya.

Maswari sebagai calon nomor  urut dua juga menyampaikan  keinginannya jika terpilih menjadi ketua pengurus. Calon yang satu ini, akan lebih mengembangkan visi misi Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa, dengan cara memamksimalkan kenerja kepengurusan atau patner yang ada di bawahnya.


Penulis : Fathorrosi

Editor   : Misbahul Munir

       

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak