Shalat Berjamaah Sebagai Sarana untuk Mengamalkan Ilmu

Shalat Berjamaah Sebagai Sarana untuk Mengamalkan Ilmu

0
408
Dr. KH. Ach. Maimun Syamsuddin, M.Ag. saat memberikan kenang-kenangan kepada santri terajin berjamaah bulan Nopember.

Koran Lubangsa_Penganugerahan santri terajin shalat berjamaah PP. Annuqayah daerah Lubangsa untuk bulan Nopember terlaksana jum’at malam (07/12). Acara tersebut dimulai setelah shalat isya’ berjamaah yang dipandu  oleh al-ustaz Zidqi Ridha. Acara pada malam itu mengalami hambatan karena terjadi pemadaman lampu. Akan tetapi, pengurus Takmir masjid Jamik Annuqayah dengan sigap menyalakan mesin yang biasa digunakan ketika terjadi pemadaman lampu secara tiba-tiba.

Pemberian kenang-kenangan kepada  santri terajin shalat berjamaah bulan Nopember diberikan oleh Dr. KH. Ach. Maimun Syamsudin M. Ag sekaligus memberikan motivasi seputar pentingnya shalat berjamaah kepada santri. “saya menyaksikan sendiri ketika almagfurlahu K. Ahmad Basyir Abdullah Sajjad tiba di PP. Annuqayah setelah diopname dari rumah sakit dan beliau langsung turun dari mobil untuk mengimami shalat berjamaah,”ungkap pengasuh yang pernah menjadi santri daerah Latee tersebut. “hal ini menunjukkan betapa kiai-kiai di Annuqayah menganjurkan santrinya untuk merawat shalat berjamaah,”jelas salah satu pengasuh PP. Annuqayah daerah Kusuma Bangsa itu. 

Acara motivasi pada malam itu sangat menarik karena diselingi dengan cerita-cerita menarik seputar shalat berjamaah yang dilakukan oleh para sahabat nabi pada zaman dahulu. Tidak hanya itu, cerita-cerita tentang kiai Annuqayah dan shalat berjamaah juga beliau suguhkan kepada seluruh santri. “dulu, ada santri yang sowan ke almagfurlahu kiai Amir Ilyas dan meminta sambungan doa tetapi ternyata santri tersebut dimarahi (e dhukane, red) oleh K. Amir sehingga santri itu pun merasa bingung dan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri tentang kesalahannya,”jelasnya. Kemudian pemateri menyampaikan jawaban kiai Amir Ilyas sebagai pelajaran kepada santri.”kalau hanya mau minta doa, cukup bagimu hadir setiap kali saya memimpin shalat berjamaah, sebab saat itulah saya sudah mendoakanmu. Ini baru dalam shalat berjamaah, belum lagi setiap malam yang dengan ikhlas mendoakan santri-santrinya. Cerita ini tentu saja sebagai pelajaran kepada santri tentang anjuran shalat berjamaah,”tambahnya.

Kiai yang menjabat sebagai Rektor I Instika itu juga menambahkan tentang manfaat shalat berjamaah kepada santri. Salah satunya akan menjadikan santri disiplin dalam segala hal. “tidak ada yang bisa diharapkan bagi orang yang tidak disiplin,”jelasnya. Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang alasan dibiasakanya santri melaksanakan shalat berjamaah di PP. Annuqayah. “salah satu alasannya adalah sebagai sarana dalam mengamalkan ilmu yang sudah diperoleh di pesantren ini, sehingga nanti menjadi kebiasaan yang mengakar dimanapun santri berada,”pungkasnya.


Penulis : Abd. Warits

Editor    : Abd. Aziz                   

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak