Silaturrahim Bani Langgher; Menanam Kembali Semangat Baru

0
89
Prosesi musyawarah Bani Langghar.

Lubangsa_(27/05) Pengurus PP. Annuqayah Daerah Lubangsa seksi Kesenian mengadakan acara Silaturrahim Bani Langgher yang bertempat di Aula Lubangsa. Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota dan pengurus komunitas seni, meliputi Sanggar Andalas, Jam’iyatu Tahsini al-Khattil al-Arabi, Jam’iyatul Qurra’ Lubangsa, Jam’iyatul Hadrah Nurul Fata (NUFA) dan Klub Lukis Lubangsa. Sambil  menunggu datangnya undangan, anggota hadrah al-Banjari Nufa mendendangkan shalawat bersama yang dipimpin langsung oleh Ismail.

Setelah itu, dikira sudah sampai waktunya untuk dimulai, dibacakanlah rentetan acara oleh Muhammad Hafil Mangkudilaga selaku MC.  Setelah pembukaan pembacaan Al-Fatihah, saudara Ach, Rofiq mendapat bagian lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan shalawat qiyam yang dipandu langsung Hadrah Nurul Fata.

Sambutan Kasi. Kesenian, Moh. Washil on stage.

“Acara ini sengaja memang dilaksanakan di awal tahun, di samping sebagai program kerja tahunan dari seksi Kesenian untuk kembali mempererat tali silturrahim antar semua komunitas seni serta menumbuhkan kembali semangat baru.” Tegas Moh. Washil selaku Kasi Kesenian. “Untuk tahun ini, kita berusaha sebisa mungkin mencapai konsep bagaimana seni pesantren itu dirawat dan dilestarikan dalam diri seorang santri yang tentunya mengaca terhadap konsep seni profetik yang telah dirancang tahun kemaren.” Imbuhnya.

Acara selanjutnya yaitu baca puisi yang diprakarsai oleh teman-teman Sanggar Andalas serta doa yang dipimpin oleh Zainul el-Nabel. Setelah acara selesai, sesi selanjutnya untuk mengisi waktu kosong, pengurus kesenian memohon kepada seluruh peserta untuk tetap berdiam diri di tempat. “Sebelum bel tidur dibunyikan, ada baiknya kita mengadakan bincang-bincang seputar harapan ke depan untuk komunitas seni.”  Ungkap Atiqurrahman selaku Wakasi. Kesenian.

Bincang-bincang langsung dimulai, “harapan saya ke depan untuk Sanggar Andalas sendiri bisa mengadakan pentas dalam satu tahun minimal tiga kali.” Kata Junaidi selaku ketua Sanggar Andalas. Berbeda dengan harapan ketua Jam’iyatut Tahsin, “Teman-teman harus lebih paham akan kaidah-kaidah khat sehingga tulisannya indah dan baik.” Ketua Al-Banjari juga tak tinggal diam, ia mengacungkan tangan, “Untuk al-banjari sendiri karena selanjutnya akan berlajar hadrah ruhah yang diinginkan kiai, maka kami memohon bimbingan dan arahan dari pengurus kesenian.

Setelah dikira cukup, sebelum ditutup acara bincang-bincang, Washil, selain juga menjabat Kasi. Kesenian, pengurus yang suka melukis itu  juga berbicara di dalam lingkaran itu, “Bagaimanapun, keistiqamahan dan semangat dalam belajar marilah tetap dirawat. Kreativitas sangat diperlukan, alih-alih mempertahankan generasi agar bisa mencapai cita-cita bersama.” Pungkasnya.


Penulis: M. Hafil Mangkudilaga

Editor: Lisyanto

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak