Sistem Pendidikan

Formal

Santri Lubangsa mengenyam pendidikan formal pada lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Annuqayah diantaranya : TK Annuqayah, MI 1 Annuqayah, MTs 1 Annuqayah, MA 1 Annuqayah, SMA Annuqayah, SMK Annuqayah, MAT Annuqayah dan Insitut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA). Dengan berbagai macam lembaga formal yang ada, santri Lubangsa diberikan kebebasan sepenuhnya untuk memilih lembaga pendidikan sesuai keinginan serta bakat santri masing-masing. Dengan diberikannya kebebasan santri lubangsa untuk memilih lembaga pendidikan formal yang akan ditempuhnya, menjauhkan santri lubangsa dari tekanan-tekanan pemilihan lembaga pendidikan. Pendidikan formal tersebut, mempunyai jam aktif pagi hari dari pukul 07.00-12.30 WIB. Dan siswanya tidak hanya berasal dari santri daerah Lubangsa saja, namun dari berbagai daerah yang ada di Pondok Pesantren Annuqayah yaitu kurang lebih 11 daerah, meliputi: Lubangsa, terdiri dari Lubangsa Putra (LUBRA) dan Lubangsa Putri (LUBRI); Lubangsa Utara (LUBTARA), terdiri dari LUBTARA Putra dan LUBTARA Putri; Lubangsa Selatan (LUBSEL), terdiri dari LUBSEL Putra dan LUBSEL Putri; Latee, terdiri dari Latee (Putra), Latee I (Putri) dan Latee II (Putri); Kusuma Bangsa (KUBA), terdiri dari KUBA Putra dan KUBA Putri; Lubangsa Tengah (LUBTENG) khusus Putri; Al-Furqan; Al-Hikmah; Kebun Jeruk; Al-Amir; dan Sawajarin (Putra-Putri).

 

Non Formal

Sedangkan pendidikan non formal meliputi Madrasah Diniyah Baramij al-Tarbiyah Wa al-Ta’lim, Ajian Kitab, Biro Pengembangan Bahasa Asing (BPBA) Arab dan Inggris, dan Kuliah Diniyah. Sekolah diniyah di Lubangsa bernama “ Madrasah Diniyah Baramij al-Tarbiyah Wa al-Ta’lim” disingkat (MDBTT), yang jam aktifnya setelah hadiran isya’ + pukul 19.30-20.30 WIB. Madrasah Diniyah ini berdiri sendiri di bawah naungan pengurus Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa seksi Pendidikan, pengajaran dan Pengembangan Keilmuan (P2PK).

Adapun ajian kitab dilaksanakan pagi sore setiap hari kecuali hari Senin (karena merupakan hari olahraga santri), Kamis sore (jam olahraga santri) dan Jum’at (hari libur). Ajian kitab tersebut dibagi lagi berdasarkan jenjang pendidikan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok MTs dan kelompok umum (selain siswa MTs) dan tutor ajian kitab tersebut mengambil dari para ustadz yang merupakan alumni Lubangsa dibantu guru piket yang merupakan pengurus aktif Lubangsa. Dan tutor ajian kitab khusus siswa MTs mengambil dari pengurus P2PK yang memang menaungi pendidikan di Lubangsa.

Biro Pengembangan Bahasa Asing (BPBA) Bahasa Arab dan Inggris merupakan lembaga pendidikan yang menggodok santri yang mempunyai bakat dalam dua bahasa asing dan merupakan naungan P2PK juga. Kemudian Kuliah Diniyah merupakan ajian khusus mahasiswa yang tutornya dari berbagai Masyayikh Annuqayah antara lain KH. Muhammad Shalahuddin A. Warits, M.Hum., K. Muhsin Amir dan K. Zammil Muttaqin. Adapun waktunya tiga malam yaitu malam Sabtu, malam Ahad dan malam Kamis.