Tak Habis Satu Periode, Diniyah Pilih Mudir Baru

2
452

Annuqayah Lubangsa_Selasa (19/07) malam merupakan berakhirnya masa jabatan Mudir Madrasah Diniyah Baramij al Tarbiyah Wa al Ta’lim, Muhyidin, yang tidak habis satu periode. Alasanya mudir lama  dalam waktu dekat akan diwisuda dan meninggalkan pesantren.

Pemilihan mudir bertempat di Aula Lubangsa yang dihadiri oleh pengurus harian pesantren, pengurus Pendidikan Pengajaran dan pengembangan Keilmuan (P2PK) dan pengurus diniyah hanya dilaksanakan dengan beberapa menit saja dan mambawa hasil yang maksimal. Moh. Khalili, S.Pd.I., Koordinator Seksi P2PK yang sekaligus memimpin rapat dalam pemilihan itu memberikan ketegasan bahwa pemilihan dilakukan dengan Langsung Umum Bebab Rahasia (Luber) dengan kriteria calon semester 8 ke bawah berhak dipilih dan bukan harian pesantren. Selain itu, ia memberikan regulasi pemilihan yaitu tahap awal adalah pemilihan bakal calon, sedangkan tahap kedua adalah pemilihan calon.

Berdasarkan hasil pemilihan bakal calon, ternyata ada tiga orang yang masuk menjadi calon, yakni Abd. Rahman, Masyuri Drajat dan Ach. Zamaroni Arifin. Sekejab sebelum dilaksanakan pemilihan calon, sorak-sorai peserta rapat mejadi gemuruh memberikan dukungan bagi para calon yang akan dipilihnya. Petugas memberikan secarik kertas pada peserta rapat untuk melakukan pemilihan sesi kedua. Suasana rapat yang kemudian secara drastis berubah sunyi menjadi tanda bahwa semua peserta rapat deg-degan menyaksikan Mudir terpilih selanjutnya.

Dengan hasil surat suara yang dikumpulkan, Abd. Rahman mendapatkan 5 suara, Masyhuri Drajat 10 suara dan Ach. Zamroni Arifin 1 suara. Keberpihakan peserta rapat pemilihan mudir akhinya tertuju pada Masyuri Drajat sebagai rangking teratas dalam pemilihan tersebut.

Masyhuri Drajat sebagai mudir baru diniyah yang menggantikan Muhyidin menyampaikan banyak harapan di depan para peserta rapat, bahwa menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah dilakukan, jabatan atau posisi bagi dirinya tidaklah penting, tetapi bagaimana cara menjalankan tanggungjawab adalah jauh lebih penting dari itu. Selain itu, di masa kepemimpinannya akan malaksanakan banyak agenda yang perlu diselesaikan. “Termasuk yang paling saya prioritaskan adalah Black list (catatan hitam, red.) bagi Pengurus Madrasah Diniyah yang tidak aktif salama satu bulan, sebab ini demi kemaslahatan,”tegasnya. Selain itu, dalam waktu dekat akan melaksanakan tugas pembuatan job description atau tugas pokok kepengurusan diniyah agar tugas-tugasnya lebih terarah dan maksimal dalam menjalankan amanah.

Tak hanya mudir baru yang  punya harapan dalam kesempatan itu, Maswari sebagai Wakil Ketua yang membawahi pengurus P2PK, memberikan harapan terhadap terpilihnya Mudir baru tersebut. Bergantinya mudir baru menjadi tantangan besar untuk bergerak lebih cepat dan segera melaksanakan tugas-tugasnya, “Termasuk pembuatan formulir pendaftaran siswa baru, dan kuliah diniyah segera dilaksanakan karena biaya diniyah sudah masuk ke SPP pesantren.” Ujarnya.

Selain itu, mantan Mudir Madrasah Diniyah ini menambahkan bahwa serangkaian program yang sudah ada di masa sebelumnya pun harus segera dilakanakan, “Jika ada inovasi baru yang akan dijalankan bisa dilaksanankan ditengah perjalanan nanti,” ungkapnya.

Ali Hisyam, Ketua Pengurus PP. Annuqayah Lubangsa, berharap mudir baru dalam waktu yang singkat harus merampungkan struktur kepengurusan baru masa jabatan 2016-2017 “Pemilihan ini bukanlah hanya Pelaksana Tugas (PLT) atau pengganti Jabatan Sementara (PJS) saja, melainkan pemilihan baru menggantikan yang lama, otomatis ada reformasi kepengurusan.” Ujarnya.


Penulis : Misbahul Munir

Editor : Ahmad Munawwir MF

2 KOMENTAR

  1. Materi-materi Madrasah Diniyah Lubangsa tahun pembelajaran 2016-2017 beda dengan tahun-tahun pembelajaran sebelumnya. Materinya lebih kompetetif dan mengutamakan karya-karya Masyayikh Annuqayah, seperti karya KH. Moh. Ilyas. Apakah materi-materi ini juga diajarkan di sabtri putri atau tidak, saya sebagai wali salah salah seorang santri putera, tidak banyak tahu. Harapan saya, di masa-masa akan datang, perlu dijadwalkan pegajian kitab khataman, Minimal,dalam satu tahun ada kitab yang di khatamkan sebnyak 3-4 kitab dalam bentuk pengajian. Disamping itu, perlu digalakkan pembelajaran tulis-menulis arab dan hafalan al A’mal Yaumiyah, karena itu adalah identitas seorang santri sebagai alumni pesantren. Maaf. Ini sekedar usulan…. !

  2. Apa saja kita-kitab karya masyayikh Annuqayah ? saya ingin tahu. kalau bisa di tampilkan di website ini. Mohon dengan hormat. terima kasih !

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak