Workshop Literasi; Sebarkan Virus Cinta Baca Kepada Santri

0
140
Ibu Widayanti Rose saat mengisi workshop literasi di hadapan santri PPA. Lubri (25/08/20)

Lubangsa Putri-Peserta KKN-DR INSTIKA 2020 Posko XLVIII menyelenggarakan workshop literasi bertema “Menyebarluaskan Virus Cinta Baca Santri” pada Selasa malam (25/08/20) di halaman PP. Annuqayah Lubangsa Putri. Kegiatan ini bekerja sama dengan Perpustakaan dan Forum Literasi Santri (Frasa) Lubangsa Putri.

Narasumber yang didatangkan pada workshop kali ini adalah Ibu Widayanti Rose, seorang guru SDN Kapedi 1 Kecamatan Bluto Sumenep dan aktivis Rumah Literasi Sumenep.

Dalam kesempatannya, beliau mengajak para santri untuk terus membaca.

“Dengan membaca kita akan mengenal dunia, dan dengan menulis kita akan dikenal dunia.” Tutur beliau seraya menceritakan tentang pengalamannya ke negeri China sebagai orang yang dipercaya oleh Pemerintah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk belajar di sana.

Disampaikan oleh Ketua KKN-DR Posko XLVIII, Karimatus Zahroh, bahwa workshop ini merupakan kegiatan unggulan dari beberapa kegiatan lain yang programnya berfokus pada dunia literasi, yaitu kehidupan yang berhubungan dengan kemampuan menulis dan membaca.

Bekerja sama dengan Perpustakaan yang merupakan ikon dari kegiatan membaca, serta Frasa Lubri yang merupakan forum para penulis adalah salah satu tujuan peserta KKN-DR Posko XLVIII untuk senantiasa melestarikan kehidupan literasi khususnya di PPA. Lubri sendiri.

“harapan kami ialah agar beberapa kegiatan yang kami laksanakan bisa tetap dilanjutkan oleh para pustakawan dan pegiat Frasa Lubri sekalipun nanti kegiatan KKN kami sudah berakhir,” imbuhnya.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ulfatul Maghfiroh selaku Ketua Perpustakaan PPA. Lubri bahwa salah satu kegiatan peserta KKN-DR Posko XLVIII yang berupa satu jam bersama koran adalah kegiatan baru yang belum pernah dilakukan oleh perpustakaan.

“Sebelumnya di Perpustakaan belum ada kegiatan khusus bagi santri, agar satu jam waktunya bisa digunakan untuk membaca koran dan lalu mendiskusikannya,” ucap ketua perpustakaan yang merupakan santri asal Guluk-guluk tersebut.


Penulis: Dananil Qayyum

Editor: Nurul Iman

Silahkan Berkomentar Di Sini Secara Bijak