Dosen UIN Saizu Purwokerto Apresiasi Pengelolaan Sampah di UPT Jatian Lubangsa Annuqayah
45 View
Lubangsa– UPT Jatian Lubangsa Pondok Pesantren Annuqayah menerima kunjungan akademik dari Husnul Khatimah dalam rangka studi dan penelitian mengenai pengelolaan lingkungan hidup serta pengelolaan sampah berbasis pesantren pada Selasa (9/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Husnul didampingi oleh Diki Ramdani yang bertindak sebagai ajudan sekaligus pendamping selama kegiatan berlangsung.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang dilakukan atas arahan dosen di kampus UIN Saizu Purwokerto. Husnul mengaku tertarik mengunjungi UPT Jatian Lubangsa karena pesantren Annuqayah dikenal luas sebagai lembaga yang memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan melalui penghijauan dan pengelolaan sampah secara mandiri.
Saat pertama kali tiba di Madura, Diki merasakan cuaca yang cukup panas. Namun kesan tersebut berubah ketika memasuki kawasan UPT Jatian Lubangsa dan lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah yang dipenuhi pepohonan rindang.
“Ketika masuk Madura terasa sangat panas, tetapi begitu sampai di UPT Jatian suasananya sangat sejuk, sederhana, nyaman, dan penuh pemandangan hijau. Kondisi ini berbeda dengan daerah asal saya yang lebih banyak dipenuhi bangunan daripada ruang penghijauan,” ungkap Mahasiswa S2 Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) itu.

Selama berada di lingkungan pesantren, Husnul juga mengamati hubungan sosial yang terjalin dengan baik antara santri laki-laki dan perempuan. Menurutnya, meskipun sistem pemisahan diterapkan, masing-masing tetap memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang.
Ia menilai perempuan di lingkungan pesantren tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga berperan aktif sebagai subjek yang turut mengelola kelas, lingkungan, dan berbagai aktivitas lainnya. Sistem tersebut dinilai mampu menciptakan kemandirian dan tanggung jawab bagi setiap individu.
Selain itu, Husnul memberikan apresiasi terhadap sikap para pengurus, pimpinan, dan santri yang dinilai sangat ramah, terbuka, serta memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Menurutnya, pelayanan dan bantuan yang diberikan dilakukan dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk pengabdian.
“Para santri sangat menghormati tamu dan selalu siap membantu tanpa pamrih. Sikap ramah, murah senyum, dan rasa hormat yang mereka tunjukkan menjadi kesan yang sangat kuat selama saya berada di sini,” ujarnya.
Salah satu hal yang paling menarik perhatian Husnul adalah sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di UPT Jatian Lubangsa. Ia menilai persoalan sampah yang sering menjadi tantangan di banyak pesantren telah berhasil diatasi dengan baik melalui pengelolaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Menurutnya, lingkungan pesantren yang bersih, bebas dari penumpukan sampah, serta didukung suasana yang sejuk dan asri menunjukkan keberhasilan pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh pesantren dan para santrinya.
Husnul menjelaskan bahwa ketertarikannya terhadap UPT Jatian Lubangsa berawal dari informasi yang ditemukannya melalui kajian mengenai ekoteologi di pesantren. Dari kajian tersebut, ia mengetahui adanya berbagai kegiatan diskusi, pembelajaran, dan praktik nyata yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.
“Awalnya saya mengetahui dari internet. Namun setelah datang langsung, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan yang jauh lebih luas dibandingkan informasi yang saya baca sebelumnya,” katanya.
Dalam perjalanan risetnya di Jawa Timur, ia mendatangi sejumlah pesantren di Jember, Kediri, dan Annuqayah. Husnul melihat bahwa praktik pengelolaan lingkungan di UPT Jatian Lubangsa merupakan salah satu contoh nyata yang dapat dijadikan rujukan bagi pesantren lain.
Ia berharap model pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan yang diterapkan di UPT Jatian Lubangsa dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. ”Semoga,” pungkasnya.
| Penulis | : Moh. Adib Fil Ma'arif |
| Editor | : Moh. Zainur Rozy |