Koran Lubangsa Dapat Undangan untuk Studi Komperatif
225 View
Lubangsa_Untuk ketiga kalinya, ruang redaksi Muara kembali bersiap menerima tamu. Besok malam, organisasi daerah bernama Persatuan Santri lenteng (Persal) dijadwalkan datang ke kantor redaksi. Tujuannya ingin melakukan studi komparatif Bersama Koran Lubangsa. Berdasarkan surat permohonan, agenda tersebut berlangsung pada Jumat pukul 21.00 WIB.
Bagi kru Muara, kunjungan semacam ini bukan lagi peristiwa baru. Sejak kantor redaksi berdiri, sejumlah organisasi dan lembaga, terutama dari unit di lingkunga pesantren, silih berganti datang untuk belajar proses penerbitan koran dan majalah.
“Biasanya memang belajar jurnalistik dasar,” kata Moh. Zainur Rozy ketika ditemui pada Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut pria yang akrab disapa Zen itu, setiap lembaga atau organisasi akan mengirim permohonan resmi ke meja redaksi. setelah itu, redaksi menyiapkan tempat sekaligus kru yang akan berbagi pengalaman kepada para tamu. "Kami hanya menyediakan ruang dan teman-teman yang siap berbagi pengalaman," ujarnya.
Bedanya dengan kelas jurnalistik, menurutnya, adalah terletak terhadap cara belajar. Jika kelas jurnalis lebih ditekankan terhadap teori dan pratik, sedangkan studi komparatif hanya berbagi pengalaman belajar antar dua unit.
Si pemohon, Nafili Ziyad, mengatakan bahwa studi komperatif ke kantor redaksi Muara adalah hal baru. Ia turut berterima kasih kepada kru Muara yang menerima secara baik kunjungan tersebut. “Semoga hasilnya baik,” ujarnya.
Salah satu tujuan utama studi komparatif ini, lanjut Ziyad, sebagai pengenalan terhadap kru Bandara. Bandara sendiri adalah unit pers dari Persal yang menaungi penerbitan selebaran dan majalah dindin di organisasinya.
Dari pertemuan itu, kru Bandara berencana melakukan magang di Koran Lubangsa. Tapi, lanjut Ziyad, wacara itu masih menunggu pembahasan internal. “Insyallah,” ujarnya.
Ziyad akan membawa delapan peserta untuk studi komparatif ini. Mereka diharapkan tidak hanya mengenal proses kerja redaksi, tetapi dapat gambaran tentnag pengelolaan media pesantren, baik dari tahap peliputan sampai penerbitan. “Tentu, harapannya semacam itu,” pungkasnya.
| Penulis | : Farhan Amin |
| Editor | : Tim Pers Lubangsa |