Lubangsa Sambut Meriah Kafilah Peraih Prestasi MQK Gradasi Bandung
558 View
Lubangsa — Puluhan santri berkerumun di sekitar mobil berwarna hitam yang berhenti di depan Masjid Jamik Annuqayah pada Selasa siang, 9 Juni 2026. Di kap mobil itu terpasang bendera Darul Kutub Lubangsa (DKL). Begitu para anggota DKL dan pendamping mereka turun dari kendaraan, para santri langsung menyambut kedatangan rombongan yang berhasil menjuarai lomba Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) dalam ajang Gelanggang Kreasi Dunia Arab Berprestasi (Gradasi) yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Gunung Djati di Cibidung, Bandung, Jawa Barat. Tak hanya itu, lantunan shalawat yang diiringi tabuhan rebana turut memeriahkan penyambutan tersebut.

Selang beberapa menit kemudian, pengurus pesantren menggiring rombongan menuju kantor pesantren. Di depan kantor, Ketua Pengurus menerima mereka dengan mengalungkan medali kepada tiga anggota DKL yang meraih prestasi. Setelah itu, mereka berfoto bersama. Di dalam kantor, para pengurus menyampaikan ucapan selamat atas capaian mereka dalam ajang Gradasi tingkat siswa se-Asia Tenggara tersebut.
Sebelum mengikuti lomba, para anggota DKL memang telah melakukan berbagai persiapan. Moh. Firdaus selaku pendamping mengakui bahwa para peserta berlatih dengan sungguh-sungguh bersama wali kelas mereka masing-masing, baik saat berada di pondok maupun ketika telah tiba di UIN Sunan Gunung Djati.
Semangat mereka tidak berhenti pada proses latihan. Firdaus juga berkisah bahwa seluruh kebutuhan lomba, mulai dari biaya pendaftaran, transportasi, hingga konsumsi, ditanggung secara mandiri oleh para peserta dan pendamping. Ketua DKL itu mengatakan bahwa pesantren tidak memberikan bantuan dalam hal pembiayaan.
Ajang tersebut berlangsung kurang lebih selama satu minggu. Para anggota DKL berangkat menuju lokasi lomba pada Minggu, 31 Mei 2026, beberapa hari sebelum perlombaan dimulai. Namun, terdapat perbedaan waktu kepulangan antara peserta putra dan putri.
“Peserta Putra delegasi Lubangsa pulang lebih akhir karena kami belum memesan kendaraan terlebih dahulu, berbeda dengan Lubri yang sudah menyiapkan kendaraan sebelumnya,” ungkap Firdaus.
Lomba tersebut tidak hanya diikuti oleh anggota DKL. Lubangsa Putri juga mengutus anggota Syu’bah Al-Lughah Al-Arabiyah (SLA) untuk berpartisipasi dalam ajang yang sama. Mereka bahkan berhasil meraih gelar juara umum.
Mirza Ghozi Abdullah, peraih Juara I MQK, mengungkapkan perasaannya saat diwawancarai Koran Lubangsa. Pengurus DKL itu mengaku sangat senang atas kemenangan tersebut karena dapat mengharumkan nama PP. Annuqayah.

Dari pengalaman mengikuti lomba itu, Ghozi memperoleh pelajaran bahwa kesuksesan tidak hanya diraih melalui ikhtiar, tetapi juga harus diimbangi dengan ilmu dan ketakwaan.
“Belajar, banyak berdoa, dan tidak lupa menyambung doa kepada masyayikh, guru, orang tua, dan lain-lain,” ungkap Ghozi kepada Koran Lubangsa pada Rabu sore, 10 Juni 2026.
Ghozi juga berharap para santri berani mengembangkan bakat dan minat yang mereka miliki agar dapat terus menorehkan prestasi serta mengharumkan nama PP. Annuqayah, khususnya daerah Lubangsa.
| Penulis | : Farhan Amin |
| Editor | : Moh. Zainur Rozy |