Menaklukkan Panggung ASEAN; Kafilah Lubangsa Putri Raih Juara Umum GRADASI 2026
162 View
Lubangsa Putri, Kafilah Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dalam ajang Gelanggang Kreasi Dunia Arab Berprestasi (GRADASI) 2026 tingkat ASEAN yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Arab di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 2–5 Juni 2026, kontingen Lubangsa Putri berhasil meraih juara umum.

Ajang tingkat ASEAN ini diikuti peserta dari beberapa negara, di antaranya Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadikan kompetisi berlangsung lebih kompetitif sekaligus menjadi ruang bertemunya para pelajar dan mahasiswa pecinta bahasa Arab di kawasan Asia Tenggara.
Sebanyak 24 peserta dan dua official diberangkatkan untuk mengikuti sembilan cabang lomba, yaitu Khitobah, Insya’ ‘Araby, Qirotu Syi’ir, Ghina’ ‘araby, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), Taqdimul Qisshah, Olimpiade Qawaidul Lughah Arabiyah, Debat Bahasa Arab, dan syarhil al-Qur’an.
Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum menjadi capaian yang tidak mudah. Pasalnya, Lubangsa Putri datang ke Bandung dengan status juara umum pada penyelenggaraan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat para peserta tidak hanya dituntut untuk tampil maksimal, tetapi juga menjaga reputasi yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir.
Usaha itu dibuktikan melalui persiapan yang matang. Selama kurang lebih tiga bulan sebelum kompetisi berlangsung, Berbagai materi lomba dipersiapkan secara matang. Latihan dilakukan secara rutin dengan didampingi para pembina bahasa Arab dan alumni yang berpengalaman di bidang lomba tertentu.
Hasilnya, sejumlah prestasi berhasil diraih. Kafilah Lubangsa Putri memperoleh Juara I Olimpiade Qawaidul Lughah Arabiyah dan Juara I Insya’. Selain itu, mereka juga meraih Juara II Debat Bahasa Arab dan Juara II Taqdimul Qisshah. Perolehan tersebut mengantarkan kontingen Lubangsa Putri kembali naik ke podium tertinggi sebagai juara umum.
Official pendamping, Ustazah Siti Shafiyah, menuturkan bahwa mempertahankan gelar juara umum merupakan tantangan tersendiri bagi seluruh anggota kafilah. “Perlombaan ini menjadi tantangan bagi kami karena predikat juara umum sudah diraih pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk mempertahankannya tentu membutuhkan latihan yang lebih keras, kedisiplinan, dan kesungguhan dari seluruh peserta. Alhamdulillah, kami kembali mendapat amanah sebagai juara umum,”
Keberhasilan tersebut disambut meriah saat rombongan tiba kembali di Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri. Para peserta mendapat penyambutan langsung dari Pengasuh Nyai Shafiyah A.Win, Nyai Naila, jajaran pengurus, serta ratusan santri yang telah menunggu kedatangan mereka.
Dalam sambutannya, Nyai Shafiyah A. Win mengingatkan bahwa capaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama, bukan keberhasilan individu semata. “Kejuaraan ini bukan kejuaraan personal, melainkan kejuaraan tim. Karena kekompakan kalian, alhamdulillah kita masih diamanahi menjadi juara umum kembali. Ilmu yang kalian dapatkan semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membagikan ilmu yang kalian peroleh selama perlombaan kepada santri-santri yang lain,”
Sementara itu, Ketua Pengurus Lubangsa Putri, Ustazah Faizatin, M.Pd., tidak dapat hadir dalam penyambutan karena sedang mendampingi peserta debat Bahas Arab junior pada kompetisi di Singapura. Kendati demikian, sebelum keberangkatan kafilah ke Bandung, beliau sempat memberikan pesan via Video kepada para peserta. “Saya bangga kepada kalian. Jangan lupa tetap rendah hati dan tetap bersyukur. Sebagaimana kalian belajar dari kekalahan, kalian juga harus pintar belajar dari kemenangan. Semoga ilmu yang didapat tetap hidup dan bisa menebar manfaat,” tutur Ustadzah Faizatin dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pengasuh, pembina, official, alumni, pengurus, serta seluruh santri yang telah memberikan dukungan dan doa selama proses persiapan hingga perlombaan berlangsung. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja sama, dukungan, dan doa banyak pihak yang terlibat sejak masa persiapan hingga berakhirnya perlombaan.
Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya menjadi bukti bahwa Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri mampu bersaing di tingkat ASEAN. Di tengah persaingan peserta dari berbagai daerah dan negara, para santri berhasil menunjukkan kualitas akademik, kemampuan berbahasa Arab, serta mental kompetitif yang tidak kalah dengan peserta lainnya. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa pesantren mampu menjadi ruang lahirnya generasi unggul yang siap berkiprah di kancah internasional.
Penulis : Pengurus Pers