Peringati Hari Santri 2026: Do'a Bersama Santri Lubri untuk Ibu Pertiwi
63 View
Lubangsa Putri, Suasana khidmat, haru, dan penuh kebersamaan menyelimuti halaman Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri pada Kamis (22/10/2026). Seluruh santriwati bersatu padu bersama seluruh pengurus dan pengasuh dalam memperingati Hari Santri Nasional 2026. Peringatan tahun ini dikemas dalam majlis spiritual yang sarat makna, memadukan semangat jiwa kebangsaan dan ketulusan doa demi keselamatan serta kesejahteraan Ibu Pertiwi.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu "Hari Santri" secara bersama-sama oleh seluruh santriwati. Momen ini menghadirkan semangat kebangsaan dan rasa bangga sebagai santri yang tumbuh bersama nilai-nilai pesantren. Setelah itu, suasana menjadi semakin khusyuk saat acara dilanjutkan dengan pembacaan surah Yasin dan doa bersama. Majlis doa ini difokuskan sebagai bentuk kepedulian para santri terhadap berbagai musibah yang sedang melanda negeri, seperti bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ujian bencana alam di beberapa daerah.
Acara ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri, Nyai Hj. Shafiyah Awin, beserta seluruh jajaran pengurus. Pembacaan surah Yasin hingga doa bersama dipimpin langsung oleh Nyai Hj. Shafiyah Awin. Suasana terasa syahdu saat seluruh santri ikut mengaminkan doa keselamatan untuk Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ustazah Faizatin menyampaikan pesan tentang pentingnya peran santri untuk negeri. "Peringatan Hari Santri kali ini menjadi sarana bagi kita untuk mengetuk pintu langit. Di tengah berbagai cobaan yang dihadapi bangsa, seperti karhutla dan musibah lainnya, santri harus berada di barisan terdepan dalam menghadirkan kesejukan melalui doa dan ketulusan niat," tutur Ustazah Faizatin.
Melalui kegiatan ini, keluarga besar Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri berharap seluruh masyarakat Indonesia selalu diberikan kesabaran, kedamaian, dan perlindungan dari segala musibah. Acara malam itu pun ditutup dengan penuh kehangatan dan rasa kebersamaan antara santri, pengurus, dan pengasuh.