Sanggar Pangeran Iksbat Raih Juara II Teater Se-Jawa Timur
27 View
Lubangsa _Keterbatasan waktu latihan tidak menyurutkan langkah Sanggar Pangeran Ikatan Santri Batuputih (Iksbat) untuk mengikuti Lomba Teater Se-Jawa Timur 2026. Berangkat dengan persiapan yang serba terbatas dan sempat pesimistis meraih juara, Sanggar Pangeran justru berhasil membawa pulang Juara II Lomba Teater Se-Jawa Timur yang diselenggarakan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Maharaja Universitas Wiraraja, Minggu (12/7/26).
Kompetisi yang mengusung tema “Dari Panggung Kata, Lahir Cahaya untuk Nusantara” tersebut berlangsung di Graha I Universitas Wiraraja, Sumenep. Lomba ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas seni pertunjukan sekaligus menyampaikan pesan sosial melalui teater.
Bagi Sanggar Pangeran, keikutsertaan dalam perlombaan tersebut bermula dari sebuah informasi yang ditemukan secara tidak sengaja. Azam Fawazil, aktor utama Sanggar Pangeran, mengatakan bahwa dirinya bersama anggota sanggar mengetahui informasi perlombaan melalui sebuah pamflet di Instagram ketika perjalanan pulang. Saat itu, waktu menuju pelaksanaan lomba hanya tersisa sekitar satu minggu.
“Kami menemukan pamflet perlombaan dari Instagram waktu kami pulang dan penyelenggaraannya tinggal satu minggu,” ujar Azam.
Keterbatasan waktu membuat persiapan harus dilakukan secara tergesa-gesa. Sanggar Pangeran memilih naskah Tanah Sangkol sebagai materi pertunjukan. Mekanisme perlombaan mengharuskan peserta terlebih dahulu mengirimkan video penampilan untuk proses seleksi sebelum kemudian tampil secara langsung pada babak final.
Waktu latihan yang singkat menjadi salah satu tantangan terbesar. Selain harus mengejar tenggat pengumpulan video, para anggota Sanggar Pangeran juga tetap menjalani berbagai aktivitas di lingkungan pesantren. Kondisi tersebut membuat mereka tidak dapat sepenuhnya memusatkan perhatian pada latihan teater.
Faid, Ketua Sanggar Pangeran, mengaku sejak proses pendaftaran hingga latihan menjelang perlombaan, dirinya tidak terlalu yakin sanggar yang dipimpinnya dapat meraih juara.
“Sejak pendaftaran sampai latihan menjelang perlombaan, kami sebenarnya tidak terlalu percaya diri bisa meraih juara karena waktu latihan sangat terbatas. Di pesantren tidak hanya cukup fokus ke latihan saja, banyak kegiatan yang kami laksanakan di pondok,” ungkapnya.
Menurut Faid, keterbatasan tersebut semakin terasa karena proses perizinan untuk mengikuti kegiatan di luar pesantren juga membutuhkan persiapan. Meski demikian, para aktor tetap berusaha memaksimalkan waktu yang tersedia hingga akhirnya mampu menyelesaikan pementasan.
Keraguan tersebut berubah menjadi rasa haru ketika nama Sanggar Pangeran diumumkan sebagai peraih Juara II. Faid mengaku pencapaian tersebut menjadi momen yang emosional bagi seluruh anggota sanggar.
“Namun, hasilnya justru membuat seluruh anggota Sanggar Pangeran terharu. Saya sendiri sampai meneteskan air mata karena bangga dengan pencapaian ini,” katanya.
Hal serupa dirasakan Azam. Sebagai salah satu aktor utama, ia mengaku tidak menyangka penampilan mereka dapat membawa Sanggar Pangeran menduduki posisi kedua dalam kompetisi tingkat Jawa Timur.
“Saya tidak menyangka bisa juara II se-Jawa Timur. Cukup terharu, penuh bahagia. Saya kaget bisa juara,” ujar Azam.
Dalam pementasan, Sanggar Pangeran membawakan Tanah Sangkol dengan konsep panggung yang dramatis. Para aktor mengandalkan gerak, ekspresi, dan penghayatan karakter untuk membangun suasana pertunjukan. Penggunaan lampu petromaks turut menjadi bagian dari properti panggung yang memperkuat atmosfer pementasan.
Bagi Faid, capaian tersebut bukan hanya tentang sebuah piala. Proses sejak menemukan informasi perlombaan, menyiapkan naskah, berlatih dalam waktu terbatas, hingga tampil di hadapan dewan juri menjadi pengalaman berharga bagi para anggota Sanggar Pangeran.
Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh aktor yang telah berjuang hingga tahap akhir. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan kekompakan seluruh anggota yang terlibat dalam pementasan.
“Setiap proses perlombaan cukup memuaskan bagi saya selaku ketua Sanggar Pangeran. Saya mengucapkan selamat kepada aktor yang sudah berjuang sampai titik akhir sehingga bisa membawa nama Sanggar Pangeran ke atas panggung,” tuturnya.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Sanggar Pangeran untuk terus menjaga eksistensinya di bidang seni pertunjukan. Faid berharap anggota baru maupun generasi penerus sanggar dapat lebih antusias mengikuti kegiatan dan belajar dari pengalaman para senior.
“Harapan saya kepada regenerasi Sanggar Pangeran ke depannya lebih antusias lagi sehingga bisa seperti kakak senior yang telah meraih lomba teater se-Jawa Timur. Untuk senior yang telah banyak pengalaman, saya berharap lebih banyak mengkader mereka yang ingin belajar di Sanggar Pangeran,” pungkasnya.
Sementara itu, Azam berharap pencapaian tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi anggota Sanggar Pangeran untuk kembali menorehkan prestasi. Ia juga berharap regenerasi sanggar terus berjalan agar nama Sanggar Pangeran tetap dikenal sebagai salah satu sanggar yang aktif berkesenian di lingkungan lembaga luar pesantren.
“Semoga ke depannya bisa juara lagi dan kepada regenerasi anggota sanggar lebih semangat lagi. Sanggar Pangeran dari dulu sudah mempunyai nama terpandang bagi sanggar yang ada di lembaga luar pesantren,” ujarnya.