Usai Senam, Santri Baru menjemput Muara
171 View
Lubangsa_Di halaman Masjid Jamik Annuqayah, Selasa pagi, 18 Agustus 2026, seluruh peserta Orientasi Santri Baru (Opsaba) 2026 seperti sedang menari. Kaki kanan dan kirinya bergerak maju silih berganti mengikuti irama dari pengeras suara. Di depannya, lima orang terlihat memandu gerak badan.
Lima menit kemudian, Moh. Zainur Rozy mengambil mikrofon. Kali ini, santri asal Batu Putih itu memberi aba-aba kepada peserta untuk menjemput Majalah Muara.
“Ketua kelompoknya harus mengambil majalah pada kakak redaksi di sana,” instruksinya.
Menurut Rozy, pembagian majalah memang sengaja diselipkan di sela-sela agenda Opsaba. Taktik itu telah direncanakan bersama ketua panitia kegiatan. “Kami sudah konsolidasi dan disetujui,” katanya.
Kebetulan, Majalah Muara edisi terbaru telah terbit sekitar dua pekan sebelum pelaksanaan Opsaba dimulai. Waktu terbit tersebut membuat panitia dan redaksi memiliki kesempatan untuk distribusi majalah kepada santri baru dalam rangkaian kegiatan.
Rozy mengatakan, distribusi Majalah Muara tidak dimaksudkan sebagai agenda tambahan yang membebani peserta. Sebaliknya, majalah diberikan setelah senam pagi agar santri baru memiliki bacaan yang dapat dinikmati setelah beraktivitas.
“Setelah senam, mereka kan capek. Jadi bisa istirahat sambil baca-baca Muara,” ujarnya.
Majalah tersebut—lanjut Rozy—juga dibagikan tanpa dipungut biaya. Setiap santri baru mendapatkan satu eksemplar karena mereka memiliki hak untuk memperoleh Majalah Muara. Dengan demikian, majalah tidak hanya diperkenalkan sebagai produk media pesantren, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan santri yang baru mereka masuki.
Bagi redaksi, pembagian ini menjadi kesempatan untuk mengenalkan Majalah Muara secara langsung kepada pembaca barunya. Para santri tidak hanya menerima majalah, tetapi diharapkan mulai mengenal tulisan, liputan, dan cerita yang terdapat di dalamnya.
Meski demikian, redaksi menyadari masih terdapat sejumlah kekurangan dalam edisi tersebut. Muara tidak datang sebagai bacaan yang sempurna. “Semoga Muara bisa bermanfaat dan santri bisa menulis untuk majalah di edisi mendatang,” kata Alfie Nuril Musthofa, salah satu kru redaksi.
| Penulis : | Alfie Nuril Musthofa |
| Editor : | Faiki Hakiki |
Comments
Andriyanto
Selasa, 18 Agustus 2026Mantap