BINASABA 2026 Resmi Dibuka: Mengawali Langkah, Mengenal Ruang Tumbuh di Lubangsa Putri
27 View
Lubangsa Putri_ Langkah awal kehidupan kepesantrenan bagi santri baru Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri resmi dimulai melalui pembukaan Bimbingan & Pembinaan Santri Baru (BINASABA) 2026, Kamis, (06/08) . Bertempat di Aula Madrasah Diniyah lantai III, kegiatan pembukaan tersebut dihadiri oleh seluruh peserta BINASABA, jajaran pengurus Lubangsa Putri, serta Nyai Hj. Shafiyah A. Warits.
Memasuki lingkungan pesantren berarti memasuki ruang kehidupan yang tidak sepenuhnya sama dengan lingkungan sebelumnya. Di dalamnya terdapat ritme kegiatan, tata aturan, tradisi, serta pola interaksi yang perlu dikenali dan dipahami. Atas dasar itulah BINASABA dihadirkan sebagai proses awal untuk membantu santri baru mengenal lingkungan yang akan menjadi bagian penting dari perjalanan mereka selama berada di Lubangsa Putri.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia BINASABA 2026, Ustazah Wasiqotul Adillah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan. Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut berkontribusi sehingga pembukaan BINASABA dapat terlaksana.
Lebih dari sekadar menyampaikan apresiasi, ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian BINASABA dengan khidmat dan tertib. Menurutnya, kesiapan santri baru dalam mengikuti proses pembinaan menjadi bagian penting agar setiap materi dan pengalaman yang telah disiapkan oleh panitia dapat diterima dengan baik.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri, Ustazah Faizatin, memberikan penekanan mengenai posisi BINASABA sebagai pintu awal bagi santri baru dalam mengenali kehidupan pesantren, “Adanya BINASABA ini adalah untuk pengenalan lingkungan pondok yang akan menjadi tempat kita tumbuh dan berinteraksi. Kita perlu mengetahui bagaimana kegiatan pondok, apa saja peraturannya, karena tak kenal maka tak sayang,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa santri baru perlu memahami bagaimana kehidupan pesantren berlangsung, seperti apa kegiatan yang dijalankan, serta aturan dan ketentuan yang menjadi bagian dari tata kehidupan di Lubangsa Putri. Pengenalan tersebut dipandang penting agar santri tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga memahami lingkungan tempat mereka menjalani proses pendidikan.
Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri, Nyai Hj. Shafiyah A. Warits, turut memberikan dawuh kepada seluruh santri baru. Dalam arahannya, beliau mengajak para peserta untuk tidak memandang BINASABA sekadar sebagai kegiatan pengenalan, tetapi sebagai momentum untuk mempersiapkan diri memasuki kehidupan pesantren secara sungguh-sungguh.

Dalam kehidupan pesantren, proses pendidikan berlangsung tidak hanya melalui pembelajaran formal di madrasah, tetapi juga melalui berbagai bentuk pembiasaan dan interaksi yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pengenalan terhadap lingkungan, tata tertib, kegiatan, serta nilai-nilai kepesantrenan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembentukan karakter santri.
BINASABA 2026 kemudian menjadi ruang pertama bagi santri baru untuk mulai mengenal denyut kehidupan Lubangsa Putri. Mereka tidak hanya diperkenalkan pada tempat dan kegiatan, tetapi juga diarahkan untuk memahami bahwa kehidupan pesantren merupakan proses panjang yang membutuhkan kesiapan untuk belajar, beradaptasi, berinteraksi, dan bertumbuh bersama. Pembukaan BINASABA pada akhirnya bukan sekadar seremoni dimulainya sebuah agenda. Ia menjadi penanda dimulainya babak baru bagi para santri baru meninggalkan sebagian kebiasaan lama, mengenal lingkungan baru, dan perlahan menemukan tempatnya di tengah kehidupan pesantren.
Sebab, sebelum seseorang mampu mencintai sebuah lingkungan, ia perlu mengenalnya terlebih dahulu. Dan dari pengenalan itulah, perjalanan untuk tumbuh bersama Lubangsa Putri dimulai.
Penulis : Selfia Sofiana
Editor : Atnawiyah